Pernah gk nemuin bercak-bercak hitam pada pakaian kalian? kalau pernah itu yang namanya jamur. Kesel gak? apalagi kalau munculnya di pakaian dengan warna dasar putih! pasti kesel banget! Tapi kalian tau nngak sih penyebab m,unculnya bintik-bintik jamur itu?

Faktor utama penyebab jamur biasanya kelembaban tempat penyimpanan yang bisa dibilang terlalu lembab atau bahkan  basah. JAdi, uasahakan lemari atau tempat menyimpan pakaian kita kering serta tidak terlalu lembab agar tidak tumbuh jamur di pakian kita. Selain itu, setelah mencuci pakaian sebaiknya segera kita jemur agar tidak apek dan juga tidak tumbuh jamur

Kalau udah terlanjur tumbuh jamur gimana dong? tenang aja! ada beberapa cara untuk menghilangkan Jamur pada pakaian kok! penasaran? langsung aja ya!

Cuka

Cuka merupakan bahan alamai yang aman untuk membunuh jamur. Maka dari itu, cuka cocok untuk menghilangkan bintik hitam yang muncul dipakaian.

Caranya, masukkan cuka ke dalam ember yang sudah dicampur air. Kemudian, rendam pakaianmu sekitar 1 jam. Setelah itu baru cuci menggunakan deterjen dan bilaslah memakai air hangat.

Baking soda

Selain cuka, kamu bisa memanfaatkan baking soda. hampir sama dengan cuka, baking soda bisa menyerap jamur. Caranya mudah, campur baking soda dengan air. Kemudian oleskan ke pakaian yang muncul bintik hitam. Jika belum berhasil coba tambahkan cuka di ramuan baking soda ini.

Lemon dicampur dengan Garam

Gunakan cairan lemon dan beri garam. Campur kedua bahan ini dengan air hangat. Setelah itu, rendam pakaian yang ada bintik hitamnya.

Pemutih

Cara terkahir yang bisa kamu pakai yaitu menggunakan pemutih. Pemutih terbukti manjur menghilangkan bintik hitam di pakaian. Tapi kalian perlu hati-hati jika warna pakaian nantinya luntur. Kalau bahan dasarnya putih si mimin pikir gk erlalu pengaruh sama pakaiannya kok!

Sablon discharge atau sablon cabut warna adalah sablon yang tintanya menghilangkan warna dari kaos, dan akan mengganti warnanya sesuai dengan warna tintanya. Tinta sablon Discharge adalah tinta berbasis air (water based) yang diformulasikan untuk menonaktifkan zat warna yang digunakan pada kain alami. Hasil sablon dengan teknik discharge ini sangat lembut terlihat seperti warna kain kaos alami.

Tekstur kain yang sudah dibunuhi sablon discharge


Tinta sablon discharge ini cocok dipakai pada kaos polos berbahan katun 100% warna gelap. Pada kain katun 100% akan dihasilkan cetakan warna sablon discharge yang menyatu dengan baik dan akurasi warna yang sangat bagus. Tinta untuk sablon discharge ini tidak cocok pada kain sintetis yang banyak mengandung polyester. Hasil cetakan dari tinta discharge sangat lembut di tangan dan tinta ini meresap serta menyatu ke dalam serat kain. Tidak seperti sablon rubber yang seperti meletakkan tinta pada permukaan kain.

Namun demikian tidak semua warna kain bisa dilakukan sablon cabut warna ini. Ada beberapa warna yang sulit dicabut dari kain, diantaranya adalah warna biru, ungu dan hijau. Untuk kain yang memiliki warna tidak terlalu terang masih bisa digunakan untuk teknik sablon discharge. Bila anda ingin menyablon kain warna putih maka penggunaan pigmen warna putih dapat digunakan untuk teknik ini meskipun warna kain tidak aka tercabut 100% dan akan menghasilkan efek seperti 2 lapisan warna putih dengan salah satu lapisan akan terlihat lebih buram. Dikarenakan tinta discharge ini menggunakan bahan kimia ZFS (Zinc Formaldahyde Sulfoxylate) maka pakaian hasil sablon discharge ini harus dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Karena zat ini bisa menimbulkan iritasi pada mata dan kulit.

Kelebihan dan Kekurangan Sablon Discharge (Cabut Warna)


Kelebihan dari sablon discharge adalah:

  1. Hasil sablon sangat lembut
  2. Warna yang dihasilkan lebih indah alami
  3. Pengerjaannya yang relatif mudah
  4. Sangat bagus untuk menyablon pada pakaian warna gelap
  5. Teknik yang unik dalam menyablon



Kekurangan Sablon Discharge:

  1. Sulit dilakukan untuk menyablon desain yang full color
  2. Teknik sablon ini tidak cocok untuk desain yang tingkat kedetailannya tinggi atau pada desain yang memiliki bagian-bagian yang halus.
  3. Akurasi untuk mencocokan dengan masing-masing warna desain sangat sulit.
  4. Tidak bekerja dengan baik pada semua warna, seperti warna biru dan ungu.
  5. Tidak diaplikasikan pada semua jenis kain, yang terbaik adalah kain atau kaos polos yang berbahan katun 100%.



Tambahan :

Teknik sablon discharge yang pertama harus diperhatikan adalah bahan. Jenis celupan bahan harus reaktif. Maka saat beli bahan ke toko, bilang beli bahan yang raktif. Sebab kalau pewarna kain sulfur hasil discharge tidak akan maksimal dan cenderung gagal.
Jenis cat nya bisa pakai extender, lalu diberika obat discharge-nya kalau di Bandung biasa pakai namanya ordoles. Cukup 3 persen. Campurkan dan aduk dengan rata, ingat tinta yang sudah dicampur ordoles hanya mampu bertahan 4 jam untuk hasil yang maksimal

Pengeringan saat di meja sablon jangan terlalu kering oleh hairdryer atau hot gan, justru harus cenderung masih basah catnya. System pengeringannya adalah saat cat masih basah lalu hot pres dengan panas 160 derajat selama 30 detik. Dimana obat discharge akan beroksidasi dengan bahan yang reaktif


Semoga bermanfaat

_______
Sumber tulisan : sablon.info
Sumber gambar : Konveksi.me
Contoh Kain Cotton Combed

Katun Combed adalah jenis bahan kain katun yang paling banyak beredar di pasaran. Katun Combed menjadi bahan favorit konsumen industri konveksi kaos dikarenakan bahannya yang lembut dan halus.

Sifatnya yang human friendly membuat Katun Combed menjadi juara unggulan. Hingga kini, belum ada bahan lain yang mampu menandingi penjualannya di sektor pakaian untuk segmen menengah ke atas.

Pada proses pembuatannya, Katun Combed melalui proses yang panjang. Serat kain Katun Combed diproses secara khusus sebelum diputar di mesin pemintal. Salah satu proses yang paling terkenal adalah carding, yaitu penyisihan kain dari benang kasar.

Setelahnya, bahan kain ini diseleksi lagi dengan proses combing, yaitu seleksi dari bulu-bulu sisa. Itulah mengapa disebut combed, karena bahan katun ini telah melewati tahap combing.

Kaos dengan bahan Katun Combed sangat cocok digunakan di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia karena sifatnya yang menyerap keringat.

Secara umum, Katun Combed lebih mahal dibandingkan kain katun lainnya. Karena sifatnya yang sangat halus dan kuat, bahan Katun Combed sering digunakan sebagai bahan dasar sprei, kaos, kaos kaki, piyama dan bahan pakaian lainnya yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Arti dari Angka dan Huruf

Bahan kaos Katun Combed diproduksi dengan ketebalan dan rajutan yang bervariasi. Ketebalan tersebut diproduksi sesuai dengan selera permintaan pasar yang bermacam-macam.

Untuk membedakan ketebalannya, diberilah angka sebagai simbol mewakili ketebalan masing-masing.

Saat ini bahan kain katun yang lazim beredar di pasaran ada 4 jenis: 20, 24, 30 dan 40. Angka 20, 24, 30, dan 40 tersebut menunjukkan tipe kerapatan benang yang digunakan pada proses perajutan menjadi bahan kain. Semakin kecil angkanya, semakin tebal bahan dan rajutan sebuah kain katun.

Begitu pula sebaliknya. Semakin besar angkanya, semakin tipis ketebalan bahannya. Namun tak jarang pula beberapa clothing line ternama yang sengaja memintal bahannya dengan ketebalan tak lazim, seperti 28, 32 dan 34.

Sedangkan perbedaan rajutan bahan kaos dilihat berdasarkan jumlah jarum yang digunakan. Saat ini, jenis jarum rajutan yang paling populer untuk produksi bahan Katun Combed terbagi dua: jarum tunggal (single knitt) dan jarum janda, eh ganda (double knitt).

Istilah single knitt dan double knitt kemudian oleh para produsen disingkat menjadi ‘s’ dan ‘d’. Huruf ‘s’ atau ‘d’ kemudian diletakkan di belakang angka ketebalan untuk menunjukkan jenis rajutan yang digunakan.

Berdasarkan karekternya, Jenis rajutan ‘s’ tergolong renggang dan mulur. Sebagian besar bahan kaos katun yang beredar di pasaran menggunakan tipe rajutan jarum tunggal ini.

Sedangkan rajutan ‘d’ berbeda dengan ‘s’. Jenis jahitan double knitt menggunakan teknik jarum ganda. Karakter rajutan ini cenderung lebih rapat, lentur dan tebal. Bahan rajutan ‘d’ dapat digunakan secara bolak-balik.

Kedua sisinya punya permukaan yang sama, karena dirajut dengan jarum ganda. Bahan dengan rajutan ini lebih sering digunakan untuk pakaian bayi dan anak-anak.

Meskipun demikian, hingga saat ini tidak ada standar yang pasti di antara produsen bahan kain katun. Bisa saja istilah 20s dari satu produsen kain bahan berbeda dengan bahan 20s dari produsen yang lain.

Macam-Macam Kaos Cotton Combed



1. Bahan Katun Combed 20s
Bahan kain Katun Combed 20s memiliki gramasi bahan kaos atara 180 – 220 gr/m2 untuk jenis rajutan Single Knitt. Bahan 20s merupakan bahan paling populer di antara bahan Katun Combed yang lain, bahkan di antara semua bahan kaos yang ada.

Bahan kain Katun Combed biasa ditawarkan oleh konveksi kaos sebagai pilihan favorit karena penjual bahan dengan jenis ini banyak ditemukan dimana-mana.

Apalagi sekarang semakin banyak bermunculan produsen kaos polos 20s yang mempermudah konveksi maupun vendor sablon untuk melakukan produksi.

2. Bahan Katun Combed 24s
Untuk bahan Combed 24 dengan rajutan ‘s’, biasa gramasi bahan kaos yang digunakan berkisar antara 170 – 210 gr/m2. Bahan Combed 24s biasa digunakan oleh konveksi kaos yang berdomisili di Bandung.

Bahan kain Katun Combed 24s merupakan bahan yang paling banyak dicari karena ketebalannya yang berada di tengah-tengah.Karakter bahan ini tidak terlalu tebal dan tidak terlalu tipis. Namun sayangnya bahan Combed 24s jarang ditemukan di luar daerah Bandung.

Sehingga konveksi dan vendor sablon kaos kembali menggunakan 20s karena ketersediaanya. Combed 24s juga kerap diandalkan beberapa clothing line Jakarta, seperti Racun Cinta Indonesia.
3. Bahan Katun Combed 30s

Ini dia bahan favorit anak-anak muda di daerah perkotaan. Bahan ini biasa diandalkan clothing line dan distro karena tipis dan tidak panas. Bahan Combed 30s menggunakan gramasi yang berkisar antara 140 – 160 gr/m2 dengan untuk jenis rajutan Single Knitt.

Beberapa beberapa clothing line terkemuka seperti ThinkCookCook, Schitzo, Something Cloth, Void, ThanksInsomnia, dan berbagai clothing line terkenal lainnya menggunakan bahan ini untuk produk kaosnya.
4. Bahan Katun Combed 40s

Bahan ini merupakan bahan paling tipis di antara Katun Combed yang lain. Biasa produksi gramasi antara 110 – 120 gr/m2 dengan jenis rajutan Single Knitt. Kerap digunakan beberapa clothing line Bandung seperti Wadezig, Screamous, Ouval Rsch, Unkl347 dan tak luput juga clothing line Jakarta seperti Crooz, Woles dan Sunday Sunday.

_________
Sumber Tulisan : www.berkaos.com